Ketika kita mengunjungi sebuah website internet, kita menemukan informasi yg penting dan berharga untuk disimpan serta di bagi kepada teman2 kita yang lain. Biasanya kita bisa langsung cetak halaman tersebut, namun ada kendala yang muncul saat kita mencetak halaman web tersebut, biasanya seluruh isi web yang tampil di layar monitor akan tercetak ke kertas, dan sering kali membuat kita jengkel karena ada frame-frame atau bagian-bagian yang tidak diingini ikut tercetak, kejadian ini menimbulkan pemborosan pada kertas.
Lalu bagaimana cara agar hanya bagian tertentu dari halaman web saja yang ingin dicetak ?
Kita bisa gunakan extension tambahan untuk Firefox (khusus Firefox versi 3 keatas) yang bernama Aardvark, dengan menambahkan extension ini pada Firefox anda, maka anda bisa memilih bagian-bagian mana saja yang ingin dicetak, jadi anda sudah bisa menghemat kertas se-efisien mungkin.
Langkah-langkahnya :
1. Buka browser Firefox anda, lalu arahkan address ke http://karmatics.com/aardvark/aardvark.xpi (atau klik langsung disini)
Jika anda menggunakan Firefox Update 3.0.7, anda akan melihat tidak ada halaman web yang terbuka, tunggu beberapa saat sampai muncul kotak dialog yg ada tombol Install Now, silahkan di klik tombol ini yaaa….
Berikutnya Firefox minta Restart, silahkan restart deh.
Namun jika yang muncul adalah kotak Download, silahkan anda Save As ke folder yang sudah anda tentukan. Selesai Download, restart Firefox, kemudian klik menu File>Open File, lalu arahkan ke file aardvark.xpi, muncul kotak Software Installation seperti di atas tadi.
2. Setelah Firefox restart, bukalah halamn web yang ingin anda cetak isinya, lalu klik tombol kanan mouse anda, pada dropdown menu yang muncul, klik Start Aardvark.
3. Setelah Aardvark aktif, coba anda arahakn mouse anda ke bagian manapun dari halaman web, akan terlihat kotak berwarna merah yang mengelilingi objek tersebut, anda bisa menghilangkan objek-objek tersebut (hilangnya objek ini bukan lah permanen, hanya untuk kebutuhan cetak saja koq) dengan menekan tombol R pada keyboard kesayangan anda.
4. Jika anda ingin membatalkan penghapusan, langsung tekan U. Setelah semua objek terpilih, tekan Q untuk menonaktifkan Aardvark. Selanjutnya silahkan cetak deh….. Klik menu File > Print Preview dulu yaa…… dan jangan lupa printernya disiapkan, kalau ga ada printernya….mo dicetak pake apa ?????? Hehehehe…..
Selamat mencetak……
pS. Jika anda ingin mengembalikan tampilan halaman web ke bentuk semula, silahkan di refresh yaa halaman nya (tekan tombol F5 pada keyboard kesayangan anda tadi …..
sumber : http://h45m1.blogdetik.com/index.php/2009/03/13/mencetak-halaman-web-dengan-lebih-efisien/
Senin, 20 September 2010
Jumat, 17 September 2010
Perpanjang Kabel USB dengan kabel UTP
Untuk menggunakan antena kaleng / wajanbolic diperlukan kabel USB yang cukup panjang antara 5 s/d 15 meter. Pemakaian perpanjangan kabel usb ini selain harganya lebih ekonomis dan mudah dalam pengerjaannya dibanding bila menggunakan kabel USB Active Extension Cable yang harganya lebih mahal dari USB WIFI.
Dalam pengerjaan tersebut diperlukan peralatan pendukung antara lain :
- Alat pemotong (pisau/gunting).
- Multitester (yang gunanya untuk mengetahui baik tidaknya kabel usb dan utp).
- Solder dan timah secukupnya.
- Solatip untuk membungkus kabel yang telah disolder.
Pengerjaannya :
Potongan menjadi dua bagian sama rata kabel usb, kemudian kedua ujungnya disambung sesuai dengan warna di bawah ini :
(USB) Merah ...(UTP) Orange + Putih/Orange
(USB) Putih .....(UTP) Putih/Hijau
(USB) Hijau .....(UTP) Hijau
(USB) Hitam....(UTP) Semua sisa kabel UTP disatukan






Coba cek satu persatu kabel USB dan kabel UTP dengan Multitester apakah masih tersambung baik di kedua ujungnya bila tidak coba cek dimana letak putus kabel tersebut, hal ini sangat berguna untuk menentukan keberhasilan dalam pembuatan perpanjangan kabel USB. Solder sesuai kabel diatas kemudian bungkus kabel tersebut dengan solatif atau bungkus menggunakan pipa paralon ukuran 1/2 inchi tutup rapat jangan biarkan telanjang supaya nanti tidak dimasuki air pada saat hujan nantinya.
Pengetesan kabel :
Disini penulis mencoba menggunakan flasdisk sebagai media pengganti USB WIFI, hubungkan kedua ujung dari kedua kabel ujung satunya ke PC/Notebook dan satu lagi ke Flashdisk, lihat apakah PC/Notebook dapat mendeteksi flashdisk, bila tidak coba cek sekali lagi pemasangakabel-kabel apakah sudah sesuai. Selamat mencoba
sumber :
http://usb-wifi.blogspot.com/2009/04/perpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp_17.html
Dalam pengerjaan tersebut diperlukan peralatan pendukung antara lain :
- Alat pemotong (pisau/gunting).
- Multitester (yang gunanya untuk mengetahui baik tidaknya kabel usb dan utp).
- Solder dan timah secukupnya.
- Solatip untuk membungkus kabel yang telah disolder.
Pengerjaannya :
Potongan menjadi dua bagian sama rata kabel usb, kemudian kedua ujungnya disambung sesuai dengan warna di bawah ini :
(USB) Merah ...(UTP) Orange + Putih/Orange
(USB) Putih .....(UTP) Putih/Hijau
(USB) Hijau .....(UTP) Hijau
(USB) Hitam....(UTP) Semua sisa kabel UTP disatukan






Coba cek satu persatu kabel USB dan kabel UTP dengan Multitester apakah masih tersambung baik di kedua ujungnya bila tidak coba cek dimana letak putus kabel tersebut, hal ini sangat berguna untuk menentukan keberhasilan dalam pembuatan perpanjangan kabel USB. Solder sesuai kabel diatas kemudian bungkus kabel tersebut dengan solatif atau bungkus menggunakan pipa paralon ukuran 1/2 inchi tutup rapat jangan biarkan telanjang supaya nanti tidak dimasuki air pada saat hujan nantinya.
Pengetesan kabel :
Disini penulis mencoba menggunakan flasdisk sebagai media pengganti USB WIFI, hubungkan kedua ujung dari kedua kabel ujung satunya ke PC/Notebook dan satu lagi ke Flashdisk, lihat apakah PC/Notebook dapat mendeteksi flashdisk, bila tidak coba cek sekali lagi pemasangakabel-kabel apakah sudah sesuai. Selamat mencoba
sumber :
http://usb-wifi.blogspot.com/2009/04/perpanjang-kabel-usb-dengan-kabel-utp_17.html
Kamis, 16 September 2010
Cara Buat Antena WajanBolic
Cara Buat Antena WajanBolic
Ni artikel sebetulnya sudah banyak yang mengupas, mengulas dan meng-copas, termasuk teman saya mantan dedengkot Orari juga seneng experimen bikin antena keq gini, juga Pak Lurah client saya yg punya usaha sampingan bengkel las malah dapat orderan dari ISP buat nglobangin puluhan Wajan dan merangkai pralonnya. Well…, mari kita bagi-bagi info buat yang belum tahu apa sih antena WajanBolic/ penggorengan itu dan gimana sih buatnya..? Ini artikel saya copasin aja yah… habis gak banyak waktu buat nulis dan foto-foto boss yg penting niatnya sebar-sebar ilmu… Well… biarkan gambar yang bercerita yak… Lanjuuut…
* Siapkan material yang dibutuhkan USB WLAN, wajan / penggorengan, pipa pralon 3″, pipa pralon 1.25″ dan dop pralon, kabel USB yang di perpanjang dan USB Extender jika di perlukan.
Material Wajanbolic
* Lubangi wajan, siapkan dop pralon 3″ dan dop pralon 1.25″ yang di bor di tengahkan. Kemudian baut dop pralon 3″ ke dasar wajan.
Wajan untuk wajanbolic
* Wajan tampak belakang sesudah di bautkan dop pralon di muka wajan.
Wajan tampak belakang
* Siapkan USB WLAN. Tutup USB WLAN dengan karet untuk melindungi USB WLAN dari hujan.
USB WLAN
* Masukan karet pelindung ke USB WLAN.
USB WLAN dalam lindungan karet
* masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke pralon 1.25″ sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 cm dari ujung pralon yang paling jauh dari wajan.
USB WLAN pada pralon 1.25″
* USB WLAN pada pralon, tampak dari sudut lain.
USB WLAN dalam pralon 1.25″
* Dop untuk di letakan di ujung pralon 3″. Semua dinding dop pralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop pralon yang di lapisi lakban alumunium dan pralon yang ditutupi kalban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antenna kaleng. Di ambil foto dari muka.
dop pralon 3"
* Tutup pralon untuk diletakan di ujung pralon. Di ambil foto dari belakang.
Dop pralon 3″ dari belakang
* Pralon 3″ dilapis lakban aluminium sepanjang 20cm, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi wajan sekitar 5.3 cm dari ujung, untuk connector USB WLAN.
Pralon 3″
* USB WLAN sudah dimasukan ke pralon. USB WLAN keluar pada jarak sekitar 5.3 cm dari ujung pralon.
USB dalam pralon 3″
pralon 3″ dari sudut 2
* Masukan dop pralon 3″.
pralon 3″ ditutup tampak samping
Pralon 3″ ditutup tampak muka
.Masukan pralon 3″ ke tutup pralon 3″ yang sudah di baut ke wajan.
Pralon 3″ di Wajanbolic
* WajanBolic dah selesai. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP. Wajanbolic siap digunakan.
Wajanbolic
Sumber : opensource.telkomspeedy.com/wiki
Ni artikel sebetulnya sudah banyak yang mengupas, mengulas dan meng-copas, termasuk teman saya mantan dedengkot Orari juga seneng experimen bikin antena keq gini, juga Pak Lurah client saya yg punya usaha sampingan bengkel las malah dapat orderan dari ISP buat nglobangin puluhan Wajan dan merangkai pralonnya. Well…, mari kita bagi-bagi info buat yang belum tahu apa sih antena WajanBolic/ penggorengan itu dan gimana sih buatnya..? Ini artikel saya copasin aja yah… habis gak banyak waktu buat nulis dan foto-foto boss yg penting niatnya sebar-sebar ilmu… Well… biarkan gambar yang bercerita yak… Lanjuuut…
* Siapkan material yang dibutuhkan USB WLAN, wajan / penggorengan, pipa pralon 3″, pipa pralon 1.25″ dan dop pralon, kabel USB yang di perpanjang dan USB Extender jika di perlukan.
Material Wajanbolic
* Lubangi wajan, siapkan dop pralon 3″ dan dop pralon 1.25″ yang di bor di tengahkan. Kemudian baut dop pralon 3″ ke dasar wajan.
Wajan untuk wajanbolic
* Wajan tampak belakang sesudah di bautkan dop pralon di muka wajan.
Wajan tampak belakang
* Siapkan USB WLAN. Tutup USB WLAN dengan karet untuk melindungi USB WLAN dari hujan.
USB WLAN
* Masukan karet pelindung ke USB WLAN.
USB WLAN dalam lindungan karet
* masukan USB WLAN yang dilindungi karet ke pralon 1.25″ sebagai dudukan. Posisikan USB WLAN sekitar 5.3 cm dari ujung pralon yang paling jauh dari wajan.
USB WLAN pada pralon 1.25″
* USB WLAN pada pralon, tampak dari sudut lain.
USB WLAN dalam pralon 1.25″
* Dop untuk di letakan di ujung pralon 3″. Semua dinding dop pralon ditutup dengan lakban aluminium. Kombinasi dop pralon yang di lapisi lakban alumunium dan pralon yang ditutupi kalban aluminium sebetulnya menjadi konstruksi antenna kaleng. Di ambil foto dari muka.
dop pralon 3"
* Tutup pralon untuk diletakan di ujung pralon. Di ambil foto dari belakang.
Dop pralon 3″ dari belakang
* Pralon 3″ dilapis lakban aluminium sepanjang 20cm, tidak sampai ujung. Sisakan beberapa sentimeter yang dihitung dari fokus wajan. Lubangi wajan sekitar 5.3 cm dari ujung, untuk connector USB WLAN.
Pralon 3″
* USB WLAN sudah dimasukan ke pralon. USB WLAN keluar pada jarak sekitar 5.3 cm dari ujung pralon.
USB dalam pralon 3″
pralon 3″ dari sudut 2
* Masukan dop pralon 3″.
pralon 3″ ditutup tampak samping
Pralon 3″ ditutup tampak muka
.Masukan pralon 3″ ke tutup pralon 3″ yang sudah di baut ke wajan.
Pralon 3″ di Wajanbolic
* WajanBolic dah selesai. Sambungkan kabel USB yang sudah di perpanjang dengan kabel UTP. Wajanbolic siap digunakan.
Wajanbolic
Sumber : opensource.telkomspeedy.com/wiki
CCleaner
![]() |
| Add caption |
CCleaner adalah sistem optimasi, privasi dan membersihkan alat. Alat ini akan menghapus file yang tidak terpakai dari sistem anda - memungkinkan Windows untuk berjalan lebih cepat dan membebaskan ruang disk yang berharga. Hal ini juga membersihkan jejak aktivitas online anda seperti Internet history. Sebagai tambahan, toll ini juga berisi fitur registry cleaner sepenuhnya. Tapi bagian yang terbaik adalah kinerja yang begitu cepat tanpa mengambil waktu (biasanya mengambil kurang dari satu detik untuk menjalankan) dan tanpa Spyware atau Adware!
Download Here or Here
Rabu, 15 September 2010
tips menyimpan halaman web secara utuh
Ketika kita ingin menyimpan sebuah halaman website secara utuh (bukan seluruh isi website), termasuk gambar-gambarnya dan juga tetap menjaga format atau susunannya, biasanya bisa memilih opsi Web Complete ketika menyimpannya. Tetapi meskipun sudah tersimpan, sering halaman ini tidak bisa dibuka secara offline dan susunannya menjadi kacau.
Alternatifnya kita bisa menyimpan utuh sebuah halaman dengan format MHT (MHTML) dan juga Mozilla Archive Format (MAFF).
Menyimpan satu halaman website secara utuh terkadang sangat diperlukan, seperti untuk dibuka kembali secara offlline, untuk referensi atau untuk berbagai kepentingan lainnya. Tambah lagi, biasanya membaca halaman website yang utuh dengan gambar dan dengan tampilan seperti aslinya akan lebih nyaman dibanding hanya membaca dalam format HTML saja.
Bagi pengguna Internet Explorer, sejak versi 5 keatas, pengguna bisa menyimpan utuh sebuah halaman website, dengan memilih Save as, kemudian dari pilihan save as type memilih Web Archive, single file (.mht). Dengan cara ini sebuah halaman website akan tersimpan utuh, termasuk gambar dan susunannya.
Cara seperti itu juga bisa dilakukan bagi pengguna web browser Opera (sejak Opera 9). sehingga sebuah halaman website akan tersimpan dalam satu file saja (termasuk gambar dan komponen lainnya). File ini biasanya berekstensi .mht atau .mhtml.
Tetapi karena format MHT/MHTML ini menpunyai standard yang jelas, terkadang file yang disimpan dengan salah satu web browser tidak bisa dibuka dengan web browser lainnya. Dan juga tidak banyak yang mendukung format ini.
Pengguna Mozilla Firefox
Bagi pengguna Firefox, dengan fitur bawaannya kita tidak bisa menyimpan satu halaman web secara utuh dalam sebuah file seperti halnya Internet Explorer atau Opera. Tetapi kita bisa menggunakan tool tambahan (Add-on) yang namanya Mozilla Archive Format.
Dengan Mozilla Archive Format, kita bisa menyimpan sebuah halaman website utuh dalam sebuah file saja. Kita bisa memilih 2 format yang tersedia, yaitu :
MAFF (Mozilla Archive Format file). Halaman web (html, gambar, javascript, css) nantinya akan tersimpan dalam satu file saja, yang berekstensi .maff.
MHTML (Internet Explorer’s MHT). Dengan tool ini tersedia juga pilihan untuk menyimpan halaman web dalam format .mht atau .mhtml.
MAFF memiliki kelebihan dibanding MHTML, seperti ukuran yang lebih kecil, dapat menyimpan data-data tambahan lainnya, serta file maff ini dapat dibuka dengan program seperti winzip, winrar, 7zip atau program kompressi lainnya dan dapat dilihat filenya satu persatu.
Penggunaan Mozilla Archive Format
Untuk menggunakan add-on ini, yang jelas di komputer harus ada web browser Mozilla Firefox. Selanjutnya adalah download add-on dari alamat http://maf.mozdev.org/. Add-on ini adalah file yang mempunyai ekstensi .xpi, seperti maf-0.17.2.0-fx.xpi (ukuran sekitar 356 KB). Setelah file maf-0.17.2.0-fx.xpi di download, selanjutnya menambahkan ke dalam firefox, dengan cara :
Jalankan Firefox
Klik menu File > Open File ( dari browser firefox)
Cari file xpi tersebut (maf-0.17.2.0-fx.xpi), kemudian setelah itu klik Open, yang selanjutnya akan muncul jendela “Software Installation”
Klik tombol install, untuk menginstall (menambahkan) add-on ini ke firefox
Setelah selesai, maka restart firefox terlebih dahulu sebelum digunakan
Jika sudah terinstall, maka di menu Add-ons ( Tools > Add-ons) akan terlihat adanya tambahan Mozilla Archive Format.
Selanjutnya, untuk menyimpan satu halaman utuh, melalui Firefox, pilih menu Save Page as, kemudian dari pilihan Save as type, pilih Web Archive, MAFF zipped. Atau kita juga bisa memilih menyimpan dalam format MHT/MHTML.
Setelah file tersimpan (dalam format .maff), maka kita bisa membukanya melalui firefox dengan format utuh seperti aslinya. Agar file .maff atau .mhtml otomatis dibuka dengan Firefox, maka atur melalui menu Options yang ada di daftar Add-ons diatas, kemudian buka bagian File Associations dan klik Create association for .maff extension.
Alternatifnya kita bisa menyimpan utuh sebuah halaman dengan format MHT (MHTML) dan juga Mozilla Archive Format (MAFF).
Menyimpan satu halaman website secara utuh terkadang sangat diperlukan, seperti untuk dibuka kembali secara offlline, untuk referensi atau untuk berbagai kepentingan lainnya. Tambah lagi, biasanya membaca halaman website yang utuh dengan gambar dan dengan tampilan seperti aslinya akan lebih nyaman dibanding hanya membaca dalam format HTML saja.
Bagi pengguna Internet Explorer, sejak versi 5 keatas, pengguna bisa menyimpan utuh sebuah halaman website, dengan memilih Save as, kemudian dari pilihan save as type memilih Web Archive, single file (.mht). Dengan cara ini sebuah halaman website akan tersimpan utuh, termasuk gambar dan susunannya.
Cara seperti itu juga bisa dilakukan bagi pengguna web browser Opera (sejak Opera 9). sehingga sebuah halaman website akan tersimpan dalam satu file saja (termasuk gambar dan komponen lainnya). File ini biasanya berekstensi .mht atau .mhtml.
Tetapi karena format MHT/MHTML ini menpunyai standard yang jelas, terkadang file yang disimpan dengan salah satu web browser tidak bisa dibuka dengan web browser lainnya. Dan juga tidak banyak yang mendukung format ini.
Pengguna Mozilla Firefox
Bagi pengguna Firefox, dengan fitur bawaannya kita tidak bisa menyimpan satu halaman web secara utuh dalam sebuah file seperti halnya Internet Explorer atau Opera. Tetapi kita bisa menggunakan tool tambahan (Add-on) yang namanya Mozilla Archive Format.
Dengan Mozilla Archive Format, kita bisa menyimpan sebuah halaman website utuh dalam sebuah file saja. Kita bisa memilih 2 format yang tersedia, yaitu :
MAFF (Mozilla Archive Format file). Halaman web (html, gambar, javascript, css) nantinya akan tersimpan dalam satu file saja, yang berekstensi .maff.
MHTML (Internet Explorer’s MHT). Dengan tool ini tersedia juga pilihan untuk menyimpan halaman web dalam format .mht atau .mhtml.
MAFF memiliki kelebihan dibanding MHTML, seperti ukuran yang lebih kecil, dapat menyimpan data-data tambahan lainnya, serta file maff ini dapat dibuka dengan program seperti winzip, winrar, 7zip atau program kompressi lainnya dan dapat dilihat filenya satu persatu.
Penggunaan Mozilla Archive Format
Untuk menggunakan add-on ini, yang jelas di komputer harus ada web browser Mozilla Firefox. Selanjutnya adalah download add-on dari alamat http://maf.mozdev.org/. Add-on ini adalah file yang mempunyai ekstensi .xpi, seperti maf-0.17.2.0-fx.xpi (ukuran sekitar 356 KB). Setelah file maf-0.17.2.0-fx.xpi di download, selanjutnya menambahkan ke dalam firefox, dengan cara :
Jalankan Firefox
Klik menu File > Open File ( dari browser firefox)
Cari file xpi tersebut (maf-0.17.2.0-fx.xpi), kemudian setelah itu klik Open, yang selanjutnya akan muncul jendela “Software Installation”
Klik tombol install, untuk menginstall (menambahkan) add-on ini ke firefox
Setelah selesai, maka restart firefox terlebih dahulu sebelum digunakan
Jika sudah terinstall, maka di menu Add-ons ( Tools > Add-ons) akan terlihat adanya tambahan Mozilla Archive Format.
Selanjutnya, untuk menyimpan satu halaman utuh, melalui Firefox, pilih menu Save Page as, kemudian dari pilihan Save as type, pilih Web Archive, MAFF zipped. Atau kita juga bisa memilih menyimpan dalam format MHT/MHTML.
Setelah file tersimpan (dalam format .maff), maka kita bisa membukanya melalui firefox dengan format utuh seperti aslinya. Agar file .maff atau .mhtml otomatis dibuka dengan Firefox, maka atur melalui menu Options yang ada di daftar Add-ons diatas, kemudian buka bagian File Associations dan klik Create association for .maff extension.
Langganan:
Komentar (Atom)
